Selamat Datang Era Rupiah Berdaulat: Ekspansi Masif QRIS
Bank Indonesia (BI) mengambil langkah monumental yang mengubah lanskap pembayaran digital dan keuangan regional. Melalui perluasan masif QRIS Lintas Batas, Indonesia secara agresif menargetkan tujuh pasar utama Asia. Langkah ini bukan sekadar tentang kemudahan bertransaksi, namun merupakan upaya krusial dalam program dedolarisasi transaksi untuk memperkuat kedaulatan Rupiah di mata dunia.
Kini, bertransaksi di luar negeri semudah memindai kode QR di warung kopi Indonesia, mengakhiri kerumitan penukaran mata uang dan kekhawatiran terhadap fluktuasi Dolar AS.
Menjangkau Tujuh Pasar Raksasa Asia: Dari Tokyo hingga Riyadh
Setelah sukses besar dalam konektivitas sistem pembayaran dengan negara-negara ASEAN seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura, BI baru-baru ini meluncurkan implementasi resmi di Jepang.
Namun, ambisi BI tidak berhenti di ASEAN dan Asia Timur. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengonfirmasi bahwa bank sentral tengah melakukan penjajakan serius dan uji coba untuk menghubungkan QRIS dengan empat pasar strategis lainnya:
Tiongkok: Uji coba sedang berlangsung, ditargetkan beroperasi penuh pada akhir tahun ini.
Korea Selatan: Uji coba telah dimulai, dengan target implementasi penuh pada tahun 2026.
Arab Saudi: Proses penjajakan tengah dilakukan untuk memudahkan transaksi jemaah haji dan umrah.
India: Perluasan jaringan ke pasar dengan potensi ekonomi terbesar di Asia Selatan.
Jika seluruh rencana ini terwujud, interoperabilitas QRIS akan mencakup total tujuh pasar global utama. Ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam integrasi keuangan digital lintas batas di kawasan Asia.
Misi Utama: Menguatkan Rupiah Melalui Dedolarisasi
Inti dari ekspansi QRIS ini adalah mempromosikan skema Local Currency Settlement (LCS) atau Penggunaan Mata Uang Lokal.
Dalam skema LCS, wisatawan Indonesia yang berbelanja di Jepang, misalnya, dapat langsung membayar menggunakan Rupiah. Mata uang ini kemudian akan dikonversi ke mata uang lokal negara tujuan (Yen Jepang) tanpa perlu menjadikan Dolar AS sebagai mata uang perantara.
Manfaat strategis dari kebijakan ini sangat besar:
Mengurangi Risiko Kurs: Mengurangi eksposur Rupiah terhadap gejolak nilai tukar Dolar AS.
Efisiensi Biaya: Memangkas biaya konversi yang biasanya terjadi saat melalui mata uang ketiga.
Kedaulatan Ekonomi: Memperkuat independensi Rupiah dalam transaksi perdagangan dan investasi bilateral.
Didukung Kinerja Domestik yang Fantastis
Keputusan membawa QRIS ke panggung global didukung oleh adopsi domestik yang luar biasa. Hingga September 2025, performa QRIS telah melampaui seluruh target tahunan yang ditetapkan BI.
Jumlah Pengguna QRIS mencapai lebih dari 58 juta orang, melampaui target 50 juta. Demikian pula, jumlah merchant yang mengadopsi QRIS telah menembus 41 juta, melampaui target 40 juta. Yang paling mencolok, Volume Transaksi QRIS telah menyentuh angka lebih dari 10 miliar kali, hampir dua kali lipat dari target awal 5,5 miliar.
Kinerja yang solid ini menjadi bukti bahwa ekosistem pembayaran digital Indonesia sudah matang dan siap menjadi penantang kuat bagi sistem pembayaran konvensional di tingkat regional dan global. Era baru bagi transaksi lintas batas dengan Rupiah telah dimulai.
Comments
Post a Comment